Kali pertama ikut gabung di
sebuah forum Backpacker Indonesia gw tertarik dengan kemistisan yang pernah
diceritakan temen sekampus yakni ke Baduy pada saat dia dan teman-teman sekelas
sosiologinya melakukan penelitian kesana. Akhirnya tercetus lah untuk gabung
sama tripnya trip n vacation, salah satu akun backpacker yang menawarkan
ngetrip ke Baduy pada tanggal 24-25 Agustus 2013. Setelah 2 minggu sebelum
keberangkatan ini merencanakan ke Taman Nasional Ujung Kulon tapi gagal karena
harus opname akibat DBD.
Yang namanya gw pasti gak
jauh-jauh dari identitas TELAT, entah karena kesengajaan dan kesenangan untuk
menunda ataupun ada bencana mendadak yang menghalau untuk datang telat. Yapp
pagi itu ketika sudah berniat untuk tidak melakukan penundaan karena kendaraan
yang kita gunakan di MEPO yakni kereta dari Stasiun Tanah Abang, tapi takdir
berkata lain ketika hendak berangkat motor sulit distarter, diutak-atik sampe
tangan gw dan bokap ber-oli juga gak nyala-nyala. Alhasil dengan kecepatan
bulan gw gowes ke Stasiun Kranji untuk nitip motor kemudian keretaan ke Stasiun
Tanah Abang.
Sepanjang jalan mba Vira (TS trip
ini) gak henti-henti nanyain gw dimana karena kereta Kereta AC Kalimaya yang
akan kita tumpangi udah dateng. Gw disuruh untuk cari orang yakni mas Ario (TS
trip ini) yang pake iket Baduy di kepala, untuk minta karcis kereta. Selain gw
gatau iket kepala Baduy itu kayak gimana, ternyata yang pake iket kepala di
Stasiun Tanah Abang banyak banget. Alhasil gw celingak-celinguk di samping
kereta dan akhirnya ada yang nanya nama gw (FIX ini mas Ario pasti). Kemudian
gw nyari tempat duduk yang sesuai dengan tiket yang dikasih ke gw dan duduk
diantara peserta trip yang gak gw kenal sama sekali. Ngobrol-ngobrol sedikit kenalan
terus lanjut tidur karena kelelahan.
Sesampainya di Stasiun Rangkas
Bitung kita disuruh makan atau cari makan dulu untuk di makan di Ciboleger,
karena kata TS nya, disana gak ada yang jualan makanan, kalaupun ada ya rasanya
gak jelas. Oke akhirnya setelah ke toilet nyari warung makan terdekat dan beli
nasi bungkus pake telor dan ayam goring (menurut gw makanan paling aman rasanya
tuh ini, karena dengan atau tanpa garam tetep enak hahaha). Karena udaranya
yang panas gw pun berinisiatif beli ice cream hahaha.
Kemudian perjalanan pun
dilanjutkan dengan menaiki elf menuju Ciboleger (kampung sebelum masuk ke
pedalaman Baduy). Satu jam kurang akhirnya kami sampai di Ciboleger dan semua
orang kemudian segera mencari makan dan gw? Makan bekal yang dibeli di Rangkas
tadi. Banyak yang mengeluh makanan di warung tadi gak enak (Kalo mau enak mah
di Resto). Kasian gw belum punya temen jadinya ngobrol sama diri sendiri. Akhirnya pas makan basa-basi
sedikit sama salah satu peserta dari Bandung yang namanya Fany. Kemudian
kenalan lagi sama Dwi, Rani, dan Veri yang jadi teman ngobrol seperjalanan
nanti. Sebelum melanjutkan perjalanan memasuki Baduy luar dan dalam, kami
menyempatkan berfoto di icon kampong Ciboleger.
| Teman seperjalanan (Veri, Rani, Fany, Gw, dan Dwi) Icon Cibolegernya malah gak keliatan :( |
Kami pun memasuki daerah Ciboleger
dan berhenti sejenak di Mesjid untuk Shalat dan beristirahat. Kemudian beberapa
anak Ciboleger mendatangi kami membawa aksesoris dan tongkat kayu tracking
untuk di jual kepada kami. Disitu gw tertarik dengan seorang gadis kecil begini
kira-kira
Gw : Ini berapa ?
Dia : 10 ribu 3
Gw : Yang ini ?
Dia : 10 ribu 3
Gw : Kalo 20 ribu ?
Dia : 10 ribu 3
Dan kemudian anak ini jadi
candaan kami karena agaknya di setting untuk ngomong kalau harganya 10 ribu 3,
udah gitu ajah.
![]() |
| Gadis Kecil Penjual Aksesoris dan Tongkat Kayu Tracking |
Perjalanan pun dilanjutkan dengan
sebuah tongkat kayu tracking yang malah mempersulit gw jalan karena kayunya
kena orang lain mulu. Baru jalan sebentar keringat sukses membuat baju basah
dan badan dingin serta nyeri dibagian dada. Alhasil gw pake porter seorang
Baduy yang juga sukses ngegombalin gw sepanjang jalan dan nge-PHP-in gw kalo
sebentar lagi sampe.
| Track Baduy |
| Rombongan kami |
| Rumah Orang Baduy Luar |
Perjalanan tak kunjung sampai
padahal kaki ini sudah lelah sekali (baru tau ternyata apabila kita kekurangan
oksigen, tubuh akan mengambil oksigen dari bagian tubuh yang kurang penting
yakni kaki, sehingga kaki akan mengalami kelelahan terlebih dahulu). Perjalanan
belum berakhir sembari sedikit-sedikit foto dan sedikit-sedikit istirahat dan
mulai berbagi persediaan air minum karena perjalanan panjang dan panas yang
terik ini lagi-lagi sukses membuat dehidrasi sehingga kepala mulai menunjukkan
pemberontakan sehingga terjadilah nyut-nyut dikepala.
| Istirahat |
![]() |
| Bersama Fany, Dwi dan Rani Berfoto di Jembatan Bambu |
| Jembatan Bambu |
| (Veri, Bapak-bapak dan Mas Ario) Istirahat |
| Ibu-ibu Penenun |
Akhirnya kami memasuki kawasan
Baduy Dalam dimana kita tidak diizinkan untuk mengambil foto atau menggunakan
gadget apapun disini. Panas semakin terik dan akhirnya kita sampai di cobaan
terbesar sepanjang jalan yakni menaiki tanjakan cinta atau tanjakan lope.
Karena terlahir sebagai orang yang kepo gw pun bertanya kenapa namanya tanjakan
lope. Usut punya usut selain karena tingginya tanjakan lope tersebut,
kebanyakan orang lewat tanjakan itu selalu saat siang terik dan SAYANG ajah
kalo udah jalan setengah jalan malah turun lagi.
Setelah di-PHP-in berkali-kali
sampailah kita ke tanah kampong Cibeo tempat kita bermalam nanti. Surga banget
ketika sampai lelah ini hilang karena senang. Kemudian gw dan beberapa wanita
lainnya mencari tempat mandi dan SUPER banget seger banget airnya. Setelah
mandi kami duduk-duduk di teras-teras rumah untuk sekedar bercengkrama dengan
warga dan bermain-main dengan anak-anak Baduy. Malamnya kita membongkar
persediaan makanan kami untuk di masak oleh ibu-ibu Baduy. Selesai makan malam
obrolan hangat dimulai, banyak tanya yang diungkapkan oleh Fany dan banyak
ke-Diam-an yang gw ciptakan karena gak bisa ngomong bahasa sunda hahaha. Ini
malam minggu dan jam menunjukkan pukul 20.00 dan di Kampung Cibeo ini sudah
sangat gelap dan sepi. Kami pun memutuskan untuk tidur dengan menggelar Sleeping
Bag karena katanya menjelang subuh udara di sini sangat dingin.
Keesokan paginya setelah makan
dan mandi kami melanjutkan perjalanan panjang untuk kembali ke Ciboleger dengan
track yang lebih curam namun lebih adem dan banyak sumber air minum. Baru jalan
sebentar kaki udah lelah dan jalan mulai lama dan setiap ketemu sumber mata air
gw selalu memenuhi pundi air minum gw dan pundi-pundi perut gw supaya kembung. Tiap
ada tanjakan Mas Ario ini udah nyemangatin mulu sampe-sampe dorong-dorong biar
gw cepet jalan nanjaknya gak pake berhenti-berhenti tiap 2 langkah. Kejadian
memalukan pun terjadi, pas gw ngelewatin sebuah jembatan bamboo tua yang rapuh,
gw terperosok dan Mas Ario dengan cepet nolongin gw sehingga gw gak jadi
kecebur di sungai kecil. Alhasil gw sepanjang jalan malu gak berani liat dia
dan milih jalan sama orang-orang Baduy karena gak habis-habisnya gw dicengin
sama dia… Hiks. Perjalanan kali ini juga penuh cerita karena selain maen
gombal-gombalan sama orang-orang Baduy yang pada ngecengin karena jalan gw yang
lama. Gw jadi tau ternyata banyak dari mereka yang sering ke Jakarta. Dan
sedikit tertampar melihat seorang Baduy yang membawa kayu besar sepohon menaiki
tanjakan terjal (sadissss, gw gini aja udah ngeluh mulu).
![]() |
| Jembatan Akar |
Beberapa dari kami mulai tumbang
karena keseleo dan beberapa menawarkan sedikit lagi ada tukang ojek yang bisa
membawa kita langsung ke Ciboleger tapi dengan jalan yang bisa disebut lahan
off road. Karena gak ada yang mau naik ojek, akhirnya gw yang turun tangan naik
ojek biar bisa ngerasain off road beneran ahahhaha (padahal mah capek). Dan
benar sadis banget naik motor begini, mau peluk akangnya juga gak mungkin soalnya
bukan pacar, akhirnya pegangan belakang motor kya di GTA. Sepanjang jalan
ngobrol dan nanya sama akangnya apa dia dari Baduy dan dia menjawab saya mah orang
Islam (lah perasaan gw nanyanya dia Baduy apa bukan). Ternyata jika ditanya
begitu pasti mereka akan menjawab seperti itu untuk membedakan dengan orang
Baduy yang menganut Sunda Wiwitan.
Sesampai di Ciboleger langsung
masuk Alfamart buat cari yang seger-seger dan kemudian beristirahat di saung
yang hampir ajah bikin ketiduran. Akhirnya teman-teman yang lain datang menjemput
diriku yang sendirian hahaha. Perjalanan pun dilanjutkan dengan elf menuju
Stasiun Rangkas Bitung dan beberapa dari kami pun berpisah, ada yang
menggunakan kereta Rangkas Jaya ada yang menggunakan kereta AC Kalimaya. Gw
memilih untuk naik Rangkas Jaya yang lebih menantang karena penumpangnya gak
beraturan dan banyak yang jualan hahaha. Turun dari Rangkas Jaya gw melanjutkan
perjalanan dengan menggunakan Commuter Line menuju Stasiun Kranji bersama Rani
yang ternyata rumahnya gak jauh dari rumah gw. Sesampai di Kranji kami
memutuskan untuk makan sejenak di warung tenda dan kemudian pulang dengan gowes
sampai rumah.
Nb. Pada akhirnya gw lupa tujuan
gw ke Baduy cari yang mistik-mistik, karena terlalu fokus sama kaki yang gak
biasa di ajak kompromi.
Lupa juga nyokap kemarin minta
oleh-olehnya anak Baduy.



No comments:
Post a Comment